Berpolitik, 6 Artis Ini Malah Kena Kasus

Suara.com – Artis dan dunia politik seperti tak terpisahkan. Sangat banyak artis Tanah Air yang terjun ke dunia politik, dan tak sedikit yang memiliki posisi penting dalam struktur di parlemen ataupun pemerintahan.

Namun di balik sedikit cerita sukses itu, tak sedikit pula artis yang terjun ke politik tersandung berbagai kasus. Jenis kasusnya pun beragam, korupsi menjadi salah satunya.

Suara.com kali ini mengungkap artis Tanah Air yang terjun ke dunia politik, namun justru tersandung kasus. Kami menampilkan enam artis dalam artikel ini. Siapa saja mereka, simak artikelnya di bawah ini:

Terpidana kasus korupsi proyek di Kemenpora dan Kemendiknas Angelina Sondakh bersaksi dengan terdakwa M Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (6/1).Terpidana kasus korupsi proyek di Kemenpora dan Kemendiknas Angelina Sondakh bersaksi dengan terdakwa M Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (6/1).

1. Angelina Sondakh

Sebelum terjun ke dunia politik, Angelina Sondakh dikenal sebagai pemenang Putri Indonesia 2001. Tak lama berkecimpung di dunia entertainment, mantan istri almarhum Adjie Massaid itu terjun ke dunia politik bersama Partai Demokrat pada 2004.

Karena kepopulerannya, perempuan kelahiran 28 Desember 1977 itu pun dua kali berhasil menjadi anggota dewan. Angelina Sondakh menjadi anggota dewan untuk periode
2004–2009 dan 2009–2014.

Namun sayangnya, Angelina Sondakh tersandung kasus korupsi dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games 2011. Angie, begitu ia disapa, melakukan korupsi bersama anggota Partai Demokrat lainnya seperti Muhammad Nazaruddin, yang saat itu menjabat Bendahara Umum Partai Demokrat.

Pada 3 Februari 2012, Ketua KPK saat itu, Abraham Samad mengumumkan Angelin Sondakh ditetapkan sebagai tersangka. Pada 21 November 2013, Angelina Sondakh divonis 12 tahun penjara dan hukuman denda Rp 500 juta dari vonis sebelumnya 4 tahun 6 bulan. Majelis kasasi juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti setara dengan Rp 40 miliar.

Ahmad Dhani (Wahyu Tri Laksono/Suara.com)Ahmad Dhani (Wahyu Tri Laksono/Suara.com)

2. Ahmad Dhani

Sebagai seorang musisi, tak ada yang meragukan kemampuan seorang Ahmad Dhani. Namun entah mengapa, ayah lima anak itu kemudian terjun ke dunia politik sebagai pendukung Prabowo Subianto dan Partai Gerindra.

Seperti ketika menjadi artis, saat terjun ke dunia politik, Ahmad Dhani pun tak luput dari kasus hukum. Yang paling diingat dan masih hangat tentu saja tuduhan ujaran kebencian.

Ahmad Dhani dituduh telah menebar kebencian atas cuitannya di Twitter oleh seorang lelaki bernama Jack Lapian. Saat itu Dhani menulis: “Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi muka nya – ADP.”

Kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani hingga kini masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sidang tersebut beragendakan pembacaan surat dakwaan, sebelumnya KPK menetapkan Zumi Zola sebagai tersangka dalam dua kasus berbeda. Kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan kasus dugaan suap di Jambi. [Suara.com/Muhaimin A Untung] Sidang tersebut beragendakan pembacaan surat dakwaan, sebelumnya KPK menetapkan Zumi Zola sebagai tersangka dalam dua kasus berbeda. Kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan kasus dugaan suap di Jambi. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

3. Zumi Zola

Zumi Zola memulai kariernya sebagai seorang model dan aktor. Wajahnya yang tampan membuat lelaki kelahiran 31 Maret 1980 itu laris membintangi sejumlah sinetron dan film di Indonesia.

Namun pada 2010, Zumi Zola memutuskan terjun ke dunia politik, mengikuti jejak ayahnya yang merupakan mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin pada periode 1999-2004 dan 2005-2010.

Suami Sherrin Tharia ini maju sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur berpasangan dengan Ambo Tang. Melalui sebuah pemilu yang sah, Zumi Zola dan Ambo Tang terpilih sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur untuk periode 2011-2016.

Namun pada 6 Oktober 2015, Zumi Zola mundur sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur, karena maju dalam Pemilihan umum Gubernur Jambi 2015. Zumi Zola bersama pasangannya, Fachrori Umar memenangkan pemilu dan membuat keduanya sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi.

Namun pada Februari 2018, Zumi Zola ditetapkan sebagai tersangka alam kasus dugaan suap RAPBD Jambi tahun anggaran 2018 oleh KPK. Pada 9 April 2018, Zumi Zola resmi ditahan KPK untuk 20 hari pertama di Rutan C1 KPK. Setelah resmi ditahan KPK, Zumi Zola dipecat dari keanggotaan PAN dan dinon-aktifkan statusnya sebagai Gubernur Jambi, sedangkan wakilnya Fachrori Umar ditetapkan sebagai Plt. Gubernur Jambi.

Aktifis perempuan Ratna Sarumpaet memberi keterangan tentang kasus penganiyaannya yang tersebar ke media sosial saat konferensi pers di rumahnya, Kampung Melayu kecil, Jakarta, Rabu (3/10). [Suara.com/Muhaimin A Untung]Aktifis perempuan Ratna Sarumpaet memberi keterangan tentang kasus penganiyaannya yang tersebar ke media sosial saat konferensi pers di rumahnya, Kampung Melayu kecil, Jakarta, Rabu (3/10). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

4. Ratna Sarumpaet

Nama Ratna Sarumpaet dikenal sebagai aktris sejak tahun 1970-an. Namun beberapa tahun belakangan, perempuan 69 tahun itu memilih jalan sebagai seorang aktivis.

Menjelang Pilpres 2019, Ratna Sarumpaet mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Mulai saat itu, ibunda Atiqah Hasiholan itu pun dikenal sebagai aktivitis 2019 Ganti Presiden.

Selama menjadi pendukung Prabowo Subianto, Ratna Sarumpaet memang kerap mengkritik segala kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Hingga pada awal Oktober lalu, Ratna Sarumpaet membuat heboh seluruh rakyat Indonesia karena pengakuannya dikeroyok sejumlah orang. Awalnya, banyak menduga Ratna dikeroyok dan didalangi oleh para lawan politiknya.

Namun belakangan Ratna mengaku, isu pemukulan hanya rekayasa oleh dirinya sendiri. Wajahnya yang bonyok bukan karena dipukuli, tapi karena luka bekas operasi peyedotan lemak di kantong mata.

Lucky Hakim [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]Lucky Hakim [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

5. Lucky Hakim

Lucky Hakim saat ini mungkin lebih dikenal sebagai seorang anggota dewan daripada seorang artis. Meski begitu, gosip soal pernikahan Lucky Hakim dengan Tiara Dewi, yang yang dikenal dengan sebutan Syahrini KW.

Lucky Hakim terjun ke politik sejak 2012. Lelaki kelahiran 12 Januari 1978 itu dicalonkan sebagai calon Wakil Wali Kota Bekasi periode 2013-2018 bersama Dadang Mulyadi sebagai calon Wali Kota Bekasi. Namun pasangan ini harus menerima kekalahan.

Kemudian, Lucky Hakim mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI lewat Partai Amanat Nasional dapil Jawa Barat VI dengan nomor urut 3. Ia pun lolos ke Senayan dan menjadi anggota DPR periode 2014-2019

Namun di penghujung masa baktinya di parlemen, Lucky Hakim malah berpindah partai. Lucky yang sebelumnya diusung oleh Partai PAN, pindah ke Partai NasDem. Lucky mengaku dipecat dari PAN sejak Januari 2018. Ia kemudian bergabung dengan NasDem pada 20 April 2018.

Isunya, Lucky Hakim “ditransfer” sebesar Rp 2 miliar agar pindah ke NasDem. Mengenai isu ini, bintang sinetron Culunnya Pacarku itu menjawab, “Juga tentang isu iming-iming materi, nah ini lebih aneh lagi.”

Pengacara Farhat Abbas menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, Selasa (21/11).Pengacara Farhat Abbas (Suara.com)

6. Farhat Abbas

Farhat Abbas memang dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Sejak menjadi pengacara hingga terjun ke politik, mantan suami Nia Daniati itu tak lepas dari masalah hukum.

Saat ini, Farhat Abbas menjadi juru kampanye untuk pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin untuk Pilpres 2019. Namun baru-baru ini, Farhat melemparkan pernyataan kontroversial. Ia menyebut kalau memilih Jokowi akan masuk surga.

Gara-gara pernyataan itu, lelaki kelahiran 22 Juni 1976 itu dilaporkan ke polisi. Farhat dilaporkan ke polisi oleh mereka yang mengaku sebagai Advokat Senopati 08. Laporan ini dilayangkan oleh salah satu anggota Advokat Senopati 08, Zainal Abidin.